Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Cerpen Pertukaran

PERTUKARAN Seperti biasa, orang kampung akan sibuk mempersiapkan acara pernikahan. Apalagi jika acara pernikahan itu tiga hati lagi. Mulai dari kesibukan memasang tarub , mempersiapkan emper-emper, tempat bebasok , dan lain-lain. Pagi itu tampak Aldi yang sangat berbahagia. Tergambar jelas dari senyumnya yang begitu sumbringah. Giginya yang menguning karena nikotin pun turut hadir dari senyuman itu. Pasalnya besok Aldi akan menikah dengan Cita. Gadis yang dipacarinya sejak empat tahun lalu saat awal ia melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi yang ada di kota. Aldi yang hanya memiliki wajah pas-pasan, berambut ikal, mata sipit namun bukan keturunan tionghoa itu bisa mendapatkan calon istri yang cantik jelita. Entah mantra apa yang digunakannya untuk mendapatkan gadis bernama Cita itu. Gadis yang berkulit putih seperti amoy Singkawang, bertubuh semok, berwajah menawan serta pintar itu mau menerima Aldi. Aldi tampak tak sabar menunggu hari pernikahannya. Duduk di...

MUJUR

Mujur Jangan berada terlalu dekat dengannya, nanti kau bisa muntah. Mujur namanya, namun dipanggil Jur oleh orang kampungnya. Meski lebih muda darinya. Bertahan hidup dari sisa makanan. Entah itu sisa dari konglomerat yang bakal melarat, atau mungkin dari Tikus dan Buaya yang ikut makan di sana. Meski makanan sisa. Namun tubuhnya tetap sehat. Mujur tinggal di rumah sempit yang sudah singgit . Matahari selalu mengintip kegiatannya saat berada dalam rumah. Tak satupun yang memerhatikan istana Mujur. Istana yang sungguh mewah baginya. Istana berwarna putih. Seperti warna kain kafan yang sudah berumur. Namun itulah istana Mujur nan megah dan nyaman. Mujur memiliki saudara yang sangat kaya. Ringgo namanya. Berkat liur dan gelarnya ia bergelimang harta. Kerjaannya hanya membuang liur. Namun entah mengapa orang sangat menyenangi liurnya. Liurnya membuat orang terkagum-kagum. Sesekali Mujur ikut jejak Ringgo yang membuang liur. Alhasil Mujur balik di ludah dan dicaci. Entah karena li...